Rabu, 29 Mei 2013

Gangguan Sistem Ginjal

GANGGUAN SISTEM GINJAL

GANGGUAN PADA PEMBULUH DARAH GINJAL

Infark ginjal   DEFINISI
Infark Ginjal adalah kematian pada suatu daerah jaringan ginjal akibat tersumbatnya arteri renalis (arteri utama yang membawa darah ke ginjal).

PENYEBAB
Penyumbatan arteri renalis jarang terjadi, kebanyakan merupakan akibat dari adanya suatu partikel yang mengambang di dalam aliran darah dan menyumbat arteri (emboli).
Emboli ini bisa berasal dari bekuan darah (trombus) di jantung atau dari pecahnya suatu endapan kolesterol (ateroma) di dalam aorta.

Infark juga bisa berasal dari pembentukan bekuan darah di dalam arteri renalis (trombosis akut) akibat trauma pada arteri renalis.
Trauma pada arteri renalis bisa terjadi akibat pembedahan, angiografi atau angioplasti.

Bekuan darah juga bisa berasal dari:
- aterosklerosis yang berat
- arteritis (peradangan arteri)
- penyakit sel sabit
- pecahnya suatu aneurisma arteri renalis.

Suatu robekan pada lapisan arteri renalis (diseksi akut) menyebabkan aliran darah di dalam arteri tersumbat atau menyebabkan pecahnya arteri.
Penyebab infark lainnya adalah arteriosklerosis dan fibrodisplasia (kelainan pembentukan jaringan fibrosa di dalam dinding suatu arteri).

Infak ginjal kadang sengaja dibuat untuk mengobati tumor ginjal, proteinuria (hilangnya protein yang berlebihan melalui air kemih) atau perdarahan ginjal yang hebat.
Aliran darah ke ginjal disumbat dengan cara memasukkan kateter ke dalam arteri yang menuju ke ginjal.

GEJALA
Sumbatan arteri renalis yang kecil seringkali tidak menimbulkan gejala. Tetapi bisa terjadi sakit yang menetap di punggung bagian bawah.
Bisa ditemukan demam, mual dan muntah.
Penyumbatan parsial bisa menyebabkan tekanan darah tinggi.

Penyumbatan total pada kedua arteri renalis akan menyebabkan terhentinya pembentukan air kemih dan terjadi gagal ginjal akut.

DIAGNOSA
Pemeriksaan darah biasanya menunjukkan jumlah sel darah putih yang meningkat.

Di dalam air kemih ditemukan protein dan sejumlah kecil darah. Kadang air kemih tampak kemerahan karena mengandung darah.

Pada 2 minggu pertama setelah terbentuknya infark yang luas, fungsi ginjal yang terkena akan memburuk.
Urografi intravena atau penggambaran radionuklida bisa menunjukkan adanya fungsi ginjal yang buruk.
Pemeriksaan tambahan lainnya adalah USG dan urografi retrograd.

Pemeriksaan diagnostik terbaik adalah arteriografi ginjal.

PENGOBATAN
Pengobatan yang biasa adalah dengan antikoagulan, yang diberikan untuk mencegah terbentuknya bekuan tambahan akibat tersumbatnya arteri renalis.
Obat yang melarutkan bekuan (trombolitik) mungkin lebih efektif dibandingkan pengobatan lainnya.
Perbaikan fungsi ginjal dengan obat-obatan hanya bisa terjadi jika arteri belum seluruhnya tersumbat atau jika bekuan dapat dihancurkan dalam waktu 1,5-3 jam.

Untuk menghilangkan sumbatan, bisa dimasukkan suatu kateter balon dari arteri femoralis di selangkangan ke arteri renalis.
Balon kemudian dikembangkan untuk mendorong dan membukan daerah yang tersumbat.
Prosedur ini disebut angioplasti transluminal perkutaneus.

Pengobatan yang optimal untuk infark ginjal masih belum pasti, tetapi yang lebih disukai adalah pemakaian obat-obatan.
Pembedahan bisa membuka pembuluh darah yang tersumbat, tetapi memiliki resiko komplikasi yang lebih besar dan resiko kematian serta tidak lebih baik dari pemberian antikoagulan maupun trombolitik.
Pembedahan merupakan tindakan pengobatan pilihan pada trombosi arteri renalis traumatik, dimana pembedahan dilakukan dalam 2-3 jam pertama untuk mengangkat bekuan darah dalam arteri renalis akibat cedera/trauma.

Dengan pengobatan, fungsi ginjal akan menjadi lebih baik, tetapi tidak akan sempurna.


GOINJAL ATEOEMBOLKIK
Penyakit Ginjal Ateroembolik   DEFINISI
Penyakit Ginjal Ateroembolik adalah suatu keadaan dimana sejumlah butiran-butiran lemak yang kecil (emboli ateromatosa) tersangkut di dalam arteri renalis kecil sehingga menyebabkan gagal ginjal.

Penyakit ini sering terjadi pada usia lanjut dan resikonya meningkat sejalan dengan bertambahnya usia.

PENYEBAB
Bagian kecil dari bahan lemak yang tersumbat di suatu dinding pembuluh darah pecah, mengikuti aliran darah, berpindah ke arteri renalis kecil dan menyumbat aliran darah ke ginjal.
Keadaan ini bisa terjadi secara spontan atau sebagai komplikasi dari pembedahan maupun prosedur pada aorta (misalnya angiografi), dimana bahan lemak yang melapisi aorta secara tidak sengaja pecah.

GEJALA
Penyakit ateroembolik biasanya timbul secara bertahap disertai dengan gagal ginjal progresif yang tidak menimbulkan gejala sebelum mencapai tingkat yang lebih lanjut.

Jika penyumbatan terjadi akibat prosedur pada aorta, maka saat terbentuknya sumbatan biasanya jelas dan ginjal sering mengalami kegagalan secara tiba-tiba.

Pada gagal ginjal total muncul sejumlah gejala, berawal sebagai kelelahan dan rasa tidak enak badan.
Gejalanya tidak secara khusus disebabkan oleh penyakit ginjal ateroembolik, tetapi mencerminkan gangguan di otot, saraf, jantung, saluran pencernaan dan kulit akibat gagal ginjal.

Emboli biasanya tidak terbatas pada arteri renalis.
Emboli seringkali menyumbat pembuluh darah organ lainnya, seperti pankreas dan usus; dan menimbulkan gejala berupa nyeri perut, tinja berdarah dan diare.
Jika emboli berpindah ke anggota gerak, akan timbul gambaran jaring-jaring yang berwarna keunguan di kulit, benjolan otot yang menimbulkan nyeri dan gangren.
Emboli yang berpindah ke mata bisa menyebabkan kebutaan mendadak.

DIAGNOSA
Diagnosis gagal ginjal ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan darah.

Penyakit ginjal ateroembolik didiagnosis dengan melakukan biopsi ginjal.

PENGOBATAN

Satu-satunya pengobatan untuk gagal ginjal lanjut akibat penyakit ginjal ateroembolik adalah dialisa dan pencangkokan ginjal.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar